Sesungguhnya Allah memberimu cahaya Ilahi agar kamu menjadi orang yang menghadap dan mendekati-Nya (dengan hati ikhlas).
Ilham yang datang kepada seseorang bukan karena sebab-sebab yang nyata. Namun mengapa kita bernafsu untuk mendapatkan ilham dari Allah, sampai-sampai melakukan ibadah secara berlebih-lebihan. Karena berlebih-lebihan sehingga yang wajib pun sampai dilupakan. Maka yang dirasakan dalam hatinya bukanlah cahaya ilahi tetapi bisikan hawa nafsu. bahkan tidak menutup kemungkinan mendapat bisikan setan.
Sebenarnya, ilham yang datang kepada manusia itu bukan karena sebab-sebab yang nyata. Namun bisa saja amal yang sedikit tetapi ikhlas dan senantiasa mempunyai kerendahan hati kepada Allah. Lalu mengalirlah ilham (cahaya ilahi) sejati ke dalam qalbumu.
Tanda-tanda orang mendapat cahaya ilahi ialah senantiasa berbuat baik, hatinya bening, akhlaknya lembut, dan pemaaf. Ia selalu berprasangka baik kepada siapa pun. Apa yang dikerjakan dilakukan dengan hati selalu ikhlas, tanpa pamrih. Ia sudah merasa senang jika bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Amal kebaikannya tidak pernah diingat-ingat dan tidak pernah diungkit-ungkit. Urusan pahala diserahkan sepenuhnya pada kebijaksanaan Allah.
- Tujuan Allah, memberi cahaya ilahi kepada manusia
Nur (cahaya ilahi) merupakan pembuka (tabir kegaiban), mata hati (bashira) adalah merupakan pemahaman hikmah, dan hati itu sendiri bertugas untuk menerima atau menolaknya.
Cahaya ilahi hanya akan menyirami hati yang suci dan ikhlas. Cahaya itu kemudian memantulkan makna dan akhlak dalam menempuh jalan keselamatan.
Orang yang dikaruniai cahaya ilahi, maka sadar atau tidak ,akan mengalami sesuatu yang luar biasa. Baginya tabir (cahaya dan rahasia) kebenaran yang selama ini seakan-akan tertutup kabut , menjadi tampak jelas pada mata batinnya. Ia akan menjadi manusia yang sangat bijaksana. Ia akan mempunyai sifat yang selektif terhadap apa yang ada didepannya. sekiranya sesuati itu tidak menguntungkan baginya maka tak akan dipungutnya.
Masalah-masalah yang sebelumnya tampak samar-samar, menjadi jelas dan tegas. Ia mudah menentukan, yang mana arah hendak dituju. Dan pilihannya akan menjadi tepat dalam menempuh jalan menuju sang khalik.
Apabila cahaya ilahi telah mampu membuka tabir, maka mata batin dapat mengambil hikmah dari segala yang diterima dari Allah (segala yang dihadapi). Keadaan baik atau buruk, menyenangkan atau tidak menyenangkan, baginya sudah tidak ada perbedaan.
Jika mendapai karunia yang besar, maka ditengoklah hikmah di balik karunia itu. Jika ia menerima takdir yang buruk, maka dicarilah hikmah dari takdir buruk itu. Sehingga ia selalu berprasangka baik kepada Allah. Hatinya benar-benar ikhlas.
- Bercahaya Pada Permulaan, Bercahaya Pada Kesudahannya
Barang siapa bercahaya pada permulaannya, pasti bercahaya pula pada kesudahannya
Apabila di awal kita berniat membenamkan diri ditelaga makrifat, dan menjaga hati dari debu-debu yang menutupnya, maka jalan menuju Allah terasa lapang. Hati kita menjadi jernih dan indra kita akan menjadi tajam.
Kita akan merasa mudah sekali mendapatkan petunjuk. Kita pun mampu memandang hakikat. Yang mana orang awam tak akan mampu menangkap hakikat di balik semua peristiwa. Sehingga kita selalu berbaik sangka kepada Allah. Dan tentu dapat menyingkap kegaiban-kegaiban Tuhan.
Oleh karena itu, perlu menjaga hati dari perasaan-perasaan tercela dan perbuatan yang kurang pantas menurut Alah. Dalam penjagaan hati, kita mesti terus-menerus tanpa kenal lelah untuk berbuat baik baik dan mendekatkan diri kepada-Nya. Latihan-latihan ini bertujuan untuk mempertajam pandangan hatimu dalam menyingkap takbir kegaiban. Di mana kegaiban itu tak mungkin dapat diketahui oleh orang banyak.
- Keajaiban Hati Bisa Menjadi Aura
Setiap yang tersembunyi dalam hatimu nan gaib, akan memancar pada gerak lahiriah.
Siapakah yang dapat mengungkap kegaiban hati jika tidak Allah SWT. Kita tidak pernah tahu tentang kegaiban hati orang lain. Kita tidak pernah mengerti apa yang terlintas di hati teman kita, meskipun ia adalah seorang sahabat.
Tetapi sesungguhnya tanpa kita sadari keajaiban hati kita akan terwujud pada penampilan lahiriah. Dengan demikian orang lain akan dapat melihat aura kita. Karena itu manusia yang hatinya lembut, maka penampilan dan gerak-geriknya pun mencerminkan kelembutan. Manusia yang hatinya culas, maka gerak-geriknya cenderung tidak menyenangkan.
Cerminan hati yang terwujud dalam gerak-gerik dan lahiriah-mu , maka itulah yang disebut aura. Karena itu kita tidak bisa menyembunyikan keadaan hati . Maka bila kita mampu membentuk hati menjadi jernih, pikiran pun menjadi bersih, setiap langkah niscaya baik. Hidup akan bermanfaat bagi diri sendiri dan untuk orang lain (sesama).
Terima Kasih pada-Mu Ya Allah menjadikan hambamu pandai menulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar